MANA YANG LEBIH BAIK,BERHIJAB TAPI BERAKHLAK BURUK ATAU BERHIJAB TAPI BERAKHLAK BAIK?"
Assalamualaikum wr.wb
Nama : David brilyan malau
Kelas : X IIS 3
No Absen :8
Mapel : Pendidikan Agama Islam
Guru Pembimbing : Rizka Susilawati M.pd
Hari & Tanggal : Kamis, 08 November 2019
Halo temen temen 🙋
jadi di blog ke -2 aku ,aku bakal sedikit ngejelasin tentang "mana yang lebih baik ,berhijab tapi berakhlak buruk atau berhijab tapi berakhlak baik?pernasaraan kan sma materi nya?simak sampe selesai yu 😀
"Lebih baik saya berhijab hati dulu ,dari pada berhijab tapi hatinya tidak berhijab "
"Aku belom percaya diri buat berhijab"
"Mending gausah berhijab dari pada kaya si A berhijab tapi masih sering berbuat maksiat "
Mungkin dari kalian sering mendengar perkataan-perkataan seperti di atas atau yang sejenisnya. Dimana pernyataan atau pandangan-pandangan seperti di atas menjadikan seorang akhwat tidak atau menunda untuk berjilbab.
Tidak dapat dipungkiri bahwa ada di antara para muslimah yang sudah memakai jilbab ada yang masih melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak mencerminkan moral atau akhlak islam. Hal inilah yang kemudian memunculkan banyak pandangan-pandangan di masyarakat yang berpendapat seperti di atas. Mereka bersikap sinis dan pesimis terhadap jilbab.
Salah satu pandangan yang banyak kita jumpai di masyarakat adalah adanya pandangan yang mengatakan bahwa ”Lebih baik kalau belum siap tidak usah pakai jilbab dulu, daripada berjilbab tetapi masih melakukan perbuatan-perbuatan maksiat atau berakhlak buruk”. Pandangan inilah yang juga sering mengecoh para muslimah sehingga menolak atau menunda melaksanakan kewajibannya dalam mengenakan jilbab. Kalau kita cermati pandangan semacam ini, kita bisa analisis sebagai berikut:
Ada dua pernyataan yang bisa kita tarik dari pandangan tersebut, yaitu
Berjilbab tetapi berakhlak buruk
Para muslimah yang berjilbab tetapi masih banyak juga melanggar syariat-syariat islam yang lainnya.
Tidak berjilbab tetapi berakhlak baik
Para wanita yang tidak atau belum berjilbab tetapi tidak melanggar syariat-syariat islam yang lainnya, kecuali jilbab.
Pandangan yang seperti di atas menganggap bahwa pernyataan b lebih baik daripada pernyataan a. Apakah benar demikian? Atau Manakah di antara kedua hal tersebut yang lebih baik?
Jawabannya adalah tidak ada lebih baik dari dua hal tersebut. Tidak ada yang lebih dari dua alternatif pelanggaran, karena dari keduanya memang tidak ada yang baik. Ketika seorang muslimah telah baligh atau dewasa maka wajib baginya untuk berjilbab. Adapun masalah moral atau akhlak itu adalah perkara yang lain dimana ada hukum tersendiri yang mengaturnya. Mungkin yang harus kita imani terlebih dahulu adalah bahwasanya berjilbab adalah kewajiban yang mutlak bagi seorang muslimah yang sudah baligh.
Banyak dalil-dalil tentang kewajibab berjilbab;
”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al Ahzab (33): 59]
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
” Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (teterhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” [QS.AnNur(24) : 31]
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُ
Sabda Rasulullah shallallahu ’alahi wassalam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari ’Aisyah, katanya:
”Hai Asmaa! Sesungguhnya perempuan itu apabila telah dewasa/sampai umur, maka tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini.” Rasulullah Shallahllahu ’alaihiwassalam berkata sambil menunjukkan muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya sendiri.
Yang perlu diperhatikan juga adalah bagaimana menggunakan jilbab secara benar atau sesuai syar’i. Karena kalau kita lihat di masyarakat, banyak para muslimah yang mengunakan jilbab belum sesuai dengan kriteria-kriteria syariat. Banyak kita dengar istilah ”jilbab gaul”, ”jilbab modis”, dan sebagainya yang mungkin bisa saya katakan bahwa yang demikian itu tidak bisa disebut dengan jilbab. Oleh karena itu hendaknya setiap muslimah yang memakai jilbab, pelajari bagaimana kriteria-kriteria jilbab yang sesuai dengan syariat.
Jilbab yang sudah dikenakan dengan benar, insya Allah akan memberikan pengaruh besar untuk melakukan kebaikan, sedangkan menanggalkannya bisa membuka peluang besar bagi jalannya bermacam-macam maksiat. Karena pada dasarnya tidak berjilbab merupakan kemaksiatan. Walaupun jilbab itu tidak menutup kemungkinan negatif dan bukan menjamin kebaikan seluruhnya tetapi dampak positif yang dicapai oleh wanita berjilbab jauh lebih baik dibanding wanita yang tidak berjilbab. Sebab wanita yang berjilbab itu telah memperoleh sebagian dari kebaikan/keutamaan sedangkan kebaikan lainnya harus dipenuhi dengan kewajibab lainnya. Adapun kebaikan itu muncul dari pancaran ilmu, iman dan takwanya kepada Allah subhanahu wata’ala.
Lalu bagaimana dengan wanita yang belum berjilbab tetapi bukan karena menolak melainkan menunda-nunda dengan berbagai alasan seperti malu masih belum terbiasa, belum siap, atau nanti saja dan lain-lain?
Bagi temen temen yang masih menunda-nunda berjilbab hendaklah menyadari bahwasanya umur dan ajal bisa datang kapan saja. Kita tidak tahu kapan malaikat maut mencabut nyawa kita. Apa tahun depan? Bulan depan? Besok? Atau mungkin satu jam lagi. Ingatlah kematian saudariku yang datangnya tiba-tiba. Hendaknya kita segera bertaubat dan mulailah kenakan jilbab dengan benar. Allah tidak akan menerima taubat seseorang ketika tiba ajalnya, dan ajal itu tidak akan dapat diundurkan atau dimajukan
Rasulullah Shallallahu ’alahi wassalam membenci orang-orang yang merasa panjang umur, dengan sabdanya,
”Sesungguhnya yang paling aku takuti atas umatku ialah hawa nafsu yang masih merasa panjang umurnya. Adapun hawa nafsu yang menyesatkan manusia dari kebenaran dan hawa nafsu yang masih merasa panjang umurnya (panjang angan-angan) semua itu akan lupa pada hari akhir.”
Nah gimana temen temen sekarang sudah paham kan jangan lupa di share dan di komen yah 😉
Sekian dari aku kurang nya lebih mohon maaf wabilahi tofik walidayah wasalamualaikim wr.wb
Rabu, 06 November 2019
Rabu, 30 Oktober 2019
Assalamu'alaikum wr.wb
Nama : David Brilyan malau
Kelas : X iis 3
Mata pelajaran : Agama Islam
Guru pembimbing : Rizka Susilawati S.Pd.I
Tanggal : 30 oktober 2019
Sekolah : SMAN 1 KAB.TANGERANG
Di blog saya kali ini saya akan membahas materi bab 2 kelas 10.Materi yang akan saya bahas adalah tentang Berbusana Muslim dan Muslimah Merupakan Cermin Kepribadian dan Keindahan
A.Memahami makna busana Muslim/Muslimah dan menutup Aural
1. Makna Aurat
Menutup Aurat adalah kewajiban agama yang ditegaskan dalam al-Qur'an maupun hadis Rasulullah saw.
Aurat menurut bahasa berarti malu, aib, dan buruk.Menurut istilah dari kata awira berarti hilang perasaan.
2.Makna jilbab dan busana muslimah
Jilbab adalah sebuah pakaian yang longgar untuk menutupi tubuh kecuali muka dan telepak tangan.
Allah SWT berfirman "Dalam Q.S. An-Nur/24:31" untuk menjaga pandangan, memelihara kemaluan, dan tidak menampakan aurat, kecuali kepada suami, ayah suami, anak laki-laki suami, saudara laki-laki, anak laki saudara laki-laki, anak laki saudara perempuan, perempuan mukminah, hamba Sahaya, pembantu tua yang tidak lagi memiliki hasrat terhadap perempuan.
Selain firman Allah SWT di dalam surat An-Nur /24:31 Allah SWT juga memerintahkan kita Untuk Berbusana Muslim/Muslimah di dalam Q.S. al-Ahzab/33:59 dan Hadis dari Ummu 'Atiyyah.
Contoh busana Muslim dan Muslimah
Mungkin ini saja penjelasan untuk materi "Berbusana Muslim dan Muslimah cerminan Kepribadian dan Keindahan"dari saya sampai bertemu di Blog saya selanjutnya.
"Makan sirih"
"Pergi ke Bali"
"Terimakasih"
"Sampai jumpa lagi"
Wassalamualaikum wr.wb.
Langganan:
Komentar (Atom)
